Perempuan 6 tahun lalu.
Hari masih gelap, hari Rabu itu, ketika Fabero Sall pulang,
pukul 6 pagi di musim gugur, beberapa tahun kemudian.
Di dermaga Ponte Rialto, yang tak dikenalinya lagi,
mega bertebaran di langit menyibakkan spektrum navy
camar pertama bernada terbawa angin, menari di sela reranting
di perapet jembatan hanya ada seruan kata-kata tua yang tak bisa ia baca lagi.
Di sepanjang kanal
dilihatnya seorang perempuan itu berdiri mendaki tangga, diguyuri hujan menyendiri
Fabero tak tahu pasti, apakah ia bernyanyi
atau ia hanya menepi menuju sepi.
"Kau percaya mitologi bau lembab tanah di pembuluh darah para sang dewa?"Didengarnya pengelana Venenzia itu bertanya
namun perempuan itu tetap diam, menari dengan angin mengurai sejuk.
Lalu, yang Fabero dengar hanya camar pertama itu yang menyantu dengannya.
Di suatu hari, ia pernah mengenal pagi ini.
Perempuan hujan yang beralun berilir simayan
dari dinding Basilika, mengitari Plaza San Marco dengan gamis yang dilepas
Adakah mereka melihat malaikat yang berjalan telanjang menapakan kaki suci ke arah surga?
Sementara, Fabero sibuk mendengar para tetua memainkan O Sole Mio
dari kursi-kursi putih di kafe yang ikut sorak bernyanyi
Dan jarinya yang menandakan sebuah percakapan
yang tak pernah terucap
di hitam kosong gelas Sauvognon Blanc yang sejam lalu ia sapa.
Dan ia menyusup menelusuri tepian laut, dari jalan-jalan sepi tak berpenghuni
untuk menemui perempuan itu lagi.
"Kau dengar kegaduhan di aspal ini? Aku dengar, mungkin kau sempat mengenal."
Fabero pernah mendengar mereka —melontarkan kalimat yang sama
Ia tahu, ia pernah melepas separuh jiwa mati pada sudut kota ini.
Detak detik jarum jam yang terus menusuk telinga, seakan menegaskan nada bisu diantara keduanya
Gemercik air laut yang menandakan megahnya suatu opera
perlahan semakin menyurut meninggalkan serpihan kabut.
"Fabero, cemara kemarin bukan cemara pertamaku."Namun ia tak tahu banyak hal, selain nama yang ia tinggalkan.
"Hujan yang lalu," kata perempuan itu "Nampaknya memang belum cukup untukmu mengingatku. Aku adalah perempuan itu, —perempuan yang kau tulis pada kramik tanpa nama itu."
"Aku, adalah perempuan itu —yang kau tinggalkan di Via Giulia 6 tahun lalu."
(rinzsu)
Sunday, August 16, 2015