la fin:to love


♡ ♡ ♡

i forgive myself for all your soft



5:49 AM permalink

Aerwyn, kota tumbang.


"Senja kembali jatuh di beranda
mengurai ruang jingga. Aerwyn, tetirah pada kota tua."

Para buta itu menyebrang seorangan meninggalkan kota kenangan
sementara dua kisah dalam aksara kembali jatuh
di perbatasan dan kedalaman senyuman.

Pula dari sini, Aerwyn masih menyilaukan sajak emas pada kedua tangan
mengurai kembali setiap jengkal ranah sang lelaki
bersama keping rindu yang dibiarkan berdebu
tertaut di batang padi meranggas
yang dulu kian menebar kilau sang kuning bernas.


"Penghuni kota itu telah mati,
setelah mereka membersihkan gugur kenangan dan daun-daun, lalu membakarnya hingga kau dengar, sunyi."

Di atas bukit sungai Aldora,
tergambar lagi saat perempuan itu berada di atas dua roda
bersama nyanyian ilalang di sepanjang bibir sawah.

"Bukankah kita sudah tahu,
kita akan tetap disini. Berbincang banyak tentang Les Miserables." ucap lelaki itu.
Kemudian dia bercerita tentang Victor Hugo yang menatap semesta dan melihat sejarah bukan semata-mata hanya sebagai tata zodiak di langit semesta, melihat setiap halaman seperti rumah untuk singgah.

"Bukankah kita sudah tahu..." Tapi nampaknya lelaki itu tak tahu.

Di atas pelayaran perahu
perempuan itu berkubang rindu
hanya ada gelombang mempersingkat siang
sementara ia duduk di bangku panjang
mengumandangkan gema kepada yang ia tunggu datang.

Ia mencari pagar kokoh yang pernah menuai kisah
lalu berjalan dibawah terik langit kian perasaan yang dalam berkelit
mencari jejak dari sosok lelaki yang sempat mendongeng hikayat lama.

"Apa yang kudengar dari aliran sungai Aldora, batu-batu yang tak bisa lagi bertahan pada tanah", ucapnya.

Burung-burung itu bernyanyi membuat alunan lagu, ribut dengan kata-kata yang memburu. Masihkah kau ingat dengan perempuan yang tinggal di kota itu? —masihkah kau menatapnya? —berada kian jauh dari tubuhmu —mencari sebuah negeri yang kau tempati pada ruang waktu.


Di tengah kota tak bertepi
kebahagiaan sesaat tertambat menjadi kenangan yang tak terucap.
tersisa harapan, pada hutan dan lautan —pada tepian geladak kapal Dorolonda
Adakah tembang menyiratkan hati yang bimbang
ataukah kota Aerwyn telah tumbang
karena putik cinta tak dapat berkembang?


Kemudian ia mulai sejati menyanyikan lagu para burung dan perih
untuk malam-malam penuh sunyi.


(rinzsu)

Sunday, August 9, 2015

find me: ( twitter, instagram, steam, youtube, tiktok ). la fin:to love